Selasa, 19 November 2013

HUKUM OHM

Hukum Ohm
Hubungan antara kuat arus dengan beda potensial dalam suatu rangkaian tertutup pertama kali diselidiki oleh fisikawan jerman yang bernama George Siemon Ohm dalam suatu konsep yang disebut dengan Hukum Ohm. Hukum Ohm menyatakan bahwa "Pada temperatur tetap, kuat arus dalam suatu rangkaian tertutup akan sebanding dengan beda potensial antar ujung-ujung rangkaian".
V
I
R = V/I
1,5 volt
0,15 amper
10
3,0 volt
0,30 amper
10
4,5 volt
0,45 amper
10
Keterangan:
V = beda potensial listrik antar ujung-ujung rangkaian (volt)
I = kuat arus listrik dalam rangkaian (amper)
R = hambatan total rangkaian pada temperatur konstan (Ω)
Model grafik komponen-komponen Ohmmik jika dialiri arus listrik

Hukum Ohm adalah hukum dalam rangkaian listrik yang menjelaskan hubungan antara kuata arus dengan beda potensial listrik dalam suatu rangkaian tertutup. Berikut adalah simulasi fisis Hukum Ohm
Listrik AC dan DC
Listrik yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari, berdasarkan kebergantungannya terhadap waktu dapat dibedakan menjadi dua, yaitu listrik AC dan listrik DC. Listrik AC (Alternating Current) memiliki tegangan maupun kuat arus yang merupakan fungsi periodik terhadap waktu, sedangkan listrik DC (dalam hal ini adalah DC halus) tidak merupakan fungsi waktu. Besarnya amplitudo/beda potensial listrik DC merupakan bilangan yang konstan sepanjang waktu apabila komponen rangkaian tidak berubah nilai.
Sifat-sifat Listrik AC
Listrik AC (Alternating Current) merupakan listrik yang kuat arus maupun tegangannya merupakan fungsi periodik dari waktu, dalam artian besar arus maupun tegangan dari listrik ini berubah ubah secara periodik. Adapun persamaan kuat arus maupun beda potensial pada listrik AC adalah seperti berikut
I = Imax sin (ωt)
V = Vmax sin (ωt)
Untuk lebih jelasnya tentang listrik AC, perhatikanlah ilustrasi berikut
Generator Listrik AC
Generator listrik bolak balik (AC) adalah alat yang digunakan untuk memproduksi listrik bolak balik (AC). Generator ini terdiri dari dua bagian, yaitu rotor dan stator. Rotor adalah bagian genertor yang bergerak, seperti kumparan. Sedangkan Stator adalah bagian generator yang diam, seperti magnet permenen, cincin, dan sikat/terminal. Cobalah anda perhatikan, di manakah letak perbedaan generator ini dengan generator listrik DC. Anda dapat melihat proses dihasilkannya listrik bolak-balik (AC) dengan menekan tombol berikut