Hukum Ohm
Hubungan antara kuat arus dengan
beda potensial dalam suatu rangkaian tertutup pertama kali diselidiki oleh
fisikawan jerman yang bernama George Siemon Ohm dalam suatu konsep yang disebut
dengan Hukum Ohm. Hukum Ohm menyatakan bahwa "Pada temperatur tetap,
kuat arus dalam suatu rangkaian tertutup akan sebanding dengan beda potensial
antar ujung-ujung rangkaian".
V
|
I
|
R
= V/I
|
1,5
volt
|
0,15
amper
|
10
|
3,0
volt
|
0,30
amper
|
10
|
4,5
volt
|
0,45
amper
|
10
|
Keterangan:
V = beda potensial listrik antar
ujung-ujung rangkaian (volt)
I = kuat arus listrik dalam
rangkaian (amper)
R = hambatan total rangkaian pada
temperatur konstan (Ω)
Model grafik komponen-komponen
Ohmmik jika dialiri arus listrik
Hukum Ohm adalah hukum dalam
rangkaian listrik yang menjelaskan hubungan antara kuata arus dengan beda
potensial listrik dalam suatu rangkaian tertutup. Berikut adalah simulasi fisis
Hukum Ohm
Listrik AC dan DC
Listrik yang kita kenal dalam
kehidupan sehari-hari, berdasarkan kebergantungannya terhadap waktu dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu listrik AC dan listrik DC. Listrik AC (Alternating
Current) memiliki tegangan maupun kuat arus yang merupakan fungsi periodik
terhadap waktu, sedangkan listrik DC (dalam hal ini adalah DC halus) tidak
merupakan fungsi waktu. Besarnya amplitudo/beda potensial listrik DC merupakan
bilangan yang konstan sepanjang waktu apabila komponen rangkaian tidak berubah
nilai.
Sifat-sifat Listrik AC
Listrik AC (Alternating Current)
merupakan listrik yang kuat arus maupun tegangannya merupakan fungsi periodik
dari waktu, dalam artian besar arus maupun tegangan dari listrik ini berubah
ubah secara periodik. Adapun persamaan kuat arus maupun beda potensial pada
listrik AC adalah seperti berikut
I = Imax sin (ωt)
V = Vmax sin (ωt)
Untuk lebih jelasnya tentang listrik
AC, perhatikanlah ilustrasi berikut
Generator Listrik AC
Generator listrik bolak balik (AC)
adalah alat yang digunakan untuk memproduksi listrik bolak balik (AC).
Generator ini terdiri dari dua bagian, yaitu rotor dan stator. Rotor adalah
bagian genertor yang bergerak, seperti kumparan. Sedangkan Stator adalah bagian
generator yang diam, seperti magnet permenen, cincin, dan sikat/terminal.
Cobalah anda perhatikan, di manakah letak perbedaan generator ini dengan
generator listrik DC. Anda dapat melihat proses dihasilkannya listrik
bolak-balik (AC) dengan menekan tombol berikut